Press "Enter" to skip to content

TANJUNG PUTING DALAM ROMANSA KESUNYIAN

Saat zaman cepat berubah, Tanjung Puting terhanyut dalam dunianya sendiri. Sebuah tempat yang terletak di semenanjung barat daya provinsi Kalimantan Tengah ini menjadi dunia yang berbeda bagi ribuan bahkan puluhan ribu spesies hewan dan tumbuhan serta menjelma surga bagi habitat Orang Utan, spesies yang kerap menjadi korban perburuan liar orang-orang yang dibutakan oleh uang. Bahkan ada beberapa kasus yang paling bejat, Orang Utan juga dijadikan sebagai tempat pelampiasan kebejatan yang paling bejat. Sebuah kemahatololan yang menjadi-jadi dari manusia abad ini.

Orang utan di Tanjung Puting

Setahun yang lalu sebelum dunia disibukkan dengan pandemik yang melanda, kami berkesempatan untuk mengunjungi Taman Nasional Tanjung Puting bersama Kementrian Pariwisata Indonesia dalam rangkaian acara yang juga didatangi oleh berbagai travel influencer mancanegara. Sebuah pengalaman berharga yang membuka mata kami akan keindahan rimba belantara. Tak pernah terbayangkan sebelumnya bagi kami untuk masuk ke dalam rimbunan hutan lebat yang barangkali banyak nyamuknya, tapi disinilah kami. Terdampar di tempat entah berantah dan menemukan dunia yang berbeda dari biasanya. Sebuah tempat yang jauh dari kesunyian, sebuah dunia yang berjalan dengan nafasnya sendiri, sebuah romansa dalam kesunyian.

Perjalanan ke Tanjung Puting
Keakraban di Tanjung Puting

Tanjung Puting pada awalnya merupakan cagar alam dan suaka margasatwa yang ditetapkan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1937. Selanjutnya pada tanggal 25 Oktober 1996, Tanjung Puting ditunjuk sebagai Taman Nasional dengan luas seluruhnya 415.040 ha. Taman Nasional ini dikelola oleh Balai Taman Nasional Tanjung Puting, salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Kementerian Kehutanan.

Tanjung Puting

Tanjung Puting menjadi tempat konservasi Orang utan terbesar di dunia dengan populasi yang diperkirakan mencapai 30.000 sampai 40.000 ekor yang tersebar seluruh penjutu taman nasional. Berbeda dengan konservasi Orang utan yang terdapat di bagian Kalimantan lainnya, di Taman Nasional Tanjung Puting Orang utan hidup di habitat alam liar.

Orang utan di Tanjung Puting
Keindahan alam di Tanjung Puting

Taman nasional ini memiliki beberapa tipe ekosistem seperti hutan hujan tropis, dataran rendah, hutan tanah kering, hutan rawa air tawar, hutan mangrove, hutan pantai dan hutan sekunder. Berbagai macam ekosistem bertengger di dalamnya dan membentuk suatu tatanan dunia yang sunyi dari gemerlap lampu-lampu dan gemericing bunyi klakson. Sebuah tempat yang sempurna untuk kembali berdialog rasa dengan alam. Sebuah perjalanan yang mengesankan.

Perjalanan ke Tanjung Puting
Alam yang liar di Tanjung Puting
Pesona Tanjung Puting
Pesona Tanjung Puting

Have a nice day!
Stay tuned for more of our adventures.
Happy travel and leave no trash!


Hai, karena kamu udah disini…

..Kami punya beberapa permintaan. Beberapa orang mungkin telah membaca ibadahmimpi.com. Seperti yang kamu ketahui, melakukan perjalanan itu membutuhkan banyak waktu, uang dan usaha untuk menghasilkan sebuah karya. Kami melakukannya karena kami percaya bahwa sudut pandang kami sangat berguna bagi dunia – karena itu mungkin saja bakal menjadi sudut pandang kamu dalam memandang dunia juga.

Jika kamu suka dengan ibadahmimpi.com, mari luangkan waktu buat mendukung blog ini untuk terus berkarya dan memberikan dampak positif kepada dunia. Bantuan kecil yang kamu berikan misalnya dengan subscribe blog ini atau memberikan bantuan apapun yang kamu mau akan sangat berarti buat kami – dan itu gak butuh waktu yang banyak. Salam semoga kita bersua dan berbagi cerita!

Support ibadahmimpi.com

Buy me a coffeeBuy me a coffee

6 Comments

  1. Hastira Hastira April 8, 2020

    makan di alam hijau nikmatnya

  2. bara anggara bara anggara April 15, 2020

    salah satu destinasi impian.. asik bgt liat satwa2 liar di sini ya.. selain orang utan, di sini juga banyak bekantan..

    -Traveler Paruh Waktu

  3. Adie Riyanto Adie Riyanto April 17, 2020

    Udah pernah ke sini. Yang paling dikangeni selain trekking bertemu orangutan di Camp Leakey ya makan di klotok yang menunya beraneka ragam itu. Benar-benar dimanjakan selama kurang lebih tiga hari menyusuri sungai Sekoyer. Berasa sultan deh, apalagi kalau pas ada satwa macam bekantan dan burung-burung endemik pas muncul hehehe 😍

    • ibadahmimpi ibadahmimpi April 23, 2020

      Yap bener banget. Menyusuri sungai dan berjalan menuju rimba belantara…

Tinggalkan Balasan