Press "Enter" to skip to content

Posts tagged as “cerita mini”

PADA KALA SENJA

Waktu membawaku ke sebuah pantai dengan pasir yang berwarna putih cerah dikelilingi batu – batu besar bulat yang tersusun tak beraturan saling tumpang tindih dengan pemandangan yang membuatku terpana. Layaknya sebuah pantai yang lengkap dengan pohon – pohon kelapa yang tinggi menjulang dari ujung ke ujung pulau. Burung – burung…

LELAKI YANG BERNAMA ROMAN

(1) Aku sudah bosan mengingatkan Roman tentang cinta. Sudah kering lidahku berkata – kata. Tak sekalipun ia dengar dengan seksama, palingan ia ingat awalan kata, habis itu ia lupa entah apa. Si Roman, kawanku, mahasiswa tingkat akhir yang terakhir. Selalu datang padaku kala sedih menjelang. Ceritanya sedih melulu, sampai –…

ABO

Tak ada yang lebih menjengkelkan bagi Abo! Selain disuruh berlarian kesana kemari di tengah belantaranya hutan rimba Sumatera. Tempatnya para babi beranak pinak, apalagi sekarang musim penghujan, waktunya para babi berpesta pora tak senonoh untuk beranak pinak melebarkan kekuasaannya di belantara rimba Sumatera. Berlarian kesana kemari, melompati pohon – pohon…

KEPADA SAUDARI

Apakah saudari mau mendengarkan jika saya mengatakan benar – benar telah jatuh cinta tanpa harus menunjukkannya? Apakah saudari mau percaya begitu saja? Sungguhpun begitu, saya tidak tahu caranya jatuh cinta. Saya pernah berkali – berkali merasa jatuh cinta, atau tidak, kepada berbagai macam – macam saudari. Tapi saya tidak tahu…

MEONG!

Terbilang sudah lima hari berturut – turut yang ia lewatkan dengan perasaan gelisah. Roman selalu bergerak – gerak tak karuan seperti cacing kepanasan oleh teriknya panas matahari di siang bolong di atas kasur bongsornya. Berbagai posisi ia coba,  mulai dari menengadah menatap loteng, tengkurap, membalikkan posisi badan ke kiri, kemudian…

PEREMPUAN PEMBENCI PAGI

Ia selalu benci dengan pagi. Ia memang tak pernah suka mengangkat kedua buah kelopak matanya memandang cakrawala.   Ia sekarang mati. Ia ingat betul semalam ia merasa sangat hidup, seperti tiada lagi hidup. Dengan berat hati, ia mengangkat pikirannya dari pulau kapuk. Di luar hujan cukup deras. Ia langsung teringat…