Press "Enter" to skip to content

MENGENAL PENYEBAB BAU MULUT SAAT BERWISATA

Berwisata di masa new normal mungkin menjadi harapan sebagian besar kalangan setelah berbulan-bulan lelah menghadapi masa PSBB. Pandemi yang melanda membuat kita menjadi terbatas dan di masa new normal inilah kita mulai bisa beraktivitas di luar ruangan seperti berwisata ke luar wilayah tanpa persyaratan yang ketat namun tetap harus memenuhi protokol kesehatan yang berlaku. Berbicara soal berwisata, masalah utama yang biasanya sering kita temui dan membuat perjalanan kurang menyenangkan adalah masalah bau mulut. Lewat tulisan ini, kami mencoba memberikan beberapa gambaran penyebab bau mulut yang mungkin saja ditemui saat berwisata.

DEHIDRASI

Terkadang saat keasyikan beraktivitas di tempat wisata, kita jadi lupa untuk mengkonsumi air putih. Dan akhirnya dehidrasipun tak bisa dihindari. Apalagi kalau beraktivitas di bawah terik matahari. Sudah pasti tubuh bakalan cepat kehilangan cairannya. Singkatnya kalau kamu kurang minum air, tubuh menjadi dehidrasi yang menyebabkan produksi air liur dalam mulut akan berkurang.

Air liur inilah yang berfungsi untuk membunuh bakteri. Kekurangan air liur akan membuat mulut kering dan bakteri pun tumbuh bebas di sela-sela gigi atau lidah. Gas sulfur yang dihasilkan bakteri inilah yang menjadi penyebab bau mulut datang menyerang.

MAKANAN

Apa yang kita makan akan menjadi penyebab bau mulut yang berlebihan. Sebagai orang Indonesia, tentu kita gak akan bisa menolak makanan tertentu seperti bawang putih, jengkol, petai dan buah durian apalagi jika diolah dengan sangat menggiurkan pasti bakal bikin ketagihan. Pecahnya partikel makanan tersebut di dalam dan di sekitar gigi dapat meningkatkan bakteri dan menimbulkan bau dalam mulut.

green and brown round fruits
Photo by Tom Fisk on Pexels.com

MEROKOK

Tak dapat dipungkiri, merokok juga menjadi penyebab bau mulut. Selain menyebabkan bau mulut, asap rokok yang dihembuskan dapat menempel juga pada baju. Kebiasaan merokok juga dapat menyebabkan mulut kering sehingga menimbulkan bau mulut yang tidak sedap. Selain itu para perokok juga bakal lebih rentan menderita penyakit gusi dan masalah mulut lainnya.

ASAM LAMBUNG

Buat kamu yang mengidap penyakit asam lambung atau maag, mungkin ini bisa menjadi perhatian lebih. Sakit maag juga menjadi salah satu penyebab bau mulut. Penyakit maag menyebabkan asam lambung naik ke tenggorokan dan membuat mulut berbau asam tak sedap. Salah satu solusinya, selalu sediakan obat maag untuk dibawa saat berwisata agar dapat menetralkan keasaman di perut. Hindari juga mengonsumsi hal-hal yang dapat menyebabkan produksi asam lambung meningkat seperti cokelat atau alkohol saat berwisata.

LIDAH YANG KURANG BERSIH

Tak hanya gigi, kebersihan lidah juga perlu diwaspadai jika ingin terbebas dari bau mulut saat berwisata. Lidah merupakan salah satu tempat yang paling mudah ditumbuhi bakteri karena strukturnya yang kasar dan penuh dengan sisa makanan dalam ukuran kecil banget. Menggosok lidah dengan lembut untuk mengangkat sisa makanan yang masih terperangkap menjadi suatu keharusan saat berwisata. Cara membersihkannya cukup mudah, cukup dengan satu gerakan tarikan dari tenggorokan ke depan pangkal lidah. Lidah yang bersih umumnya berwarna pink dan tidak ada bercak putih.

Lidah yang kotor juga dapat menjadi penyebab bau mulut yang harus dihindari

Untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut saat berwisata agar terhindar dari bau mulut yang tidak menyenangkan, kami selalu membawa Close Up sebagai barang wajib dalam tas kami. Closeup memiliki kandungan Antibacterial Mouthwash yang dapat membantu melawan kuman dan bakteri di dalam mulut dan menjaga kebersihan mulut secara maksimal. 

Jadi tunggu apalagi? Ayo angkat ranselmu dan selalu sediakan Close Up untuk melawan bau mulut saat berwisata. Jangan lupa juga untuk mengikuti protokol kesehatan yang ada.

Salam pejalan!

Be First to Comment

    Tinggalkan Balasan