fbpx Press "Enter" to skip to content

Posts published in “CERITA MINI”

MENUNGGU GA!

Gerimis sore ini membuat udara di Kota Tanpa Nama menjadi dingin. Walaupun kota ini berada di wilayah khatulistiwa, namun dinginnya bisa membekukan seperti es. Tentu saja bukan cuacanya yang akan menjadi sedingin es. Ketika hujan, orang-orang disini banyak menggigil karena kenangan. Kenangan begitu dinginnya sehingga mampu mengubah Kota Tanpa Nama…

SENJA PADA AYAH

Sekian lama ia tak bertemu senja. Akhirnya ia menemukannya di balik kelopak mata. Ia tak tahu kenapa ia selalu ingin bertemu senja. Mungkin saja senja pernah memintanya untuk menemuinya. Di tepi pantai yang sunyi, ia meneguk secangkir senja. Warnanya pekat. “kurang manis”, katanya. Kemudian ia menambah sedikit gerimis pada cangkir…

LELAKI & HITAMNYA

Lelaki itu masih terdiam di sudut ruangan gelap berukuran kecil yang disebut sebagai kos. Tumpukan kertas yang berisi coret-coretan telah lama tergeletak di atas lemari yang entah kapan pernah dibersihkan itu sehingga debu-debu berkoloni di atas tumpukan kertas yang warnanya tidak lagi putih. Terlalu lama tidak disentuh membuat huruf-huruf pada…

RINDU?

Aku tak pernah menyangka waktu telah mempersiapkan kejutan yang tak bisa kukira – kira. Pada setiap malam yang kulalui dalam dera. Pada setiap rindu yang berujung percuma. Waktu membawaku pada sebuah teduh yang tak dapat kuterka. Memang waktu telah mengerjaiku dalam masa yang begitu lama. Aku tahu, waktu memang selalu…

KEPADA WANITA YANG DISEBUT NONA

“Malam tadi nona, aku memimpikan sesuatu yang begitu indah”, ucapku. “Perihal apa?”, tanyamu. Ini perihal yang begitu indah nona, kau dan aku berujung menjadi kita. Kita yang begitu indah, kita yang begitu mendamba, kita yang begitu selaras dan kita yang selamanya. Kau pun tertawa, tak lupa dengan senyum sumringah yang…

LELAKI YANG BERNAMA ROMAN

(1) Aku sudah bosan mengingatkan Roman tentang cinta. Sudah kering lidahku berkata – kata. Tak sekalipun ia dengar dengan seksama, palingan ia ingat awalan kata, habis itu ia lupa entah apa. Si Roman, kawanku, mahasiswa tingkat akhir yang terakhir. Selalu datang padaku kala sedih menjelang. Ceritanya sedih melulu, sampai –…