Press "Enter" to skip to content

NAFAS KEHIDUPAN YANG LUAR BIASA DI PASAR TERAPUNG LOK BAINTAN, KALIMANTAN SELATAN

Ada yang berbeda dari biasanya saat kami melakukan perjalanan ke bumi Kalimantan Selatan. Perjalanan untuk menyibak makna kehidupan membawa kami pada sebuah tempat yang sangat luar biasa, pasar. Sebuah pasar yang sangat berbeda dari pasar kebanyakan yang pernah kami temui sebelumnya. Tak ada orang-orang berdesakan, tak ada becek, tak ada copet, tak ada. Yang ada hanya gemericik air dan lantunan geladak sampan yang seperti sihir membawa kami menemukan nafas-nafas kehidupan yang tak kasat mata disini.

Lok Baintan, begitu orang-orang mengenalnya. Sebuah pasar terapung yang bermukin di Sungai Martapura, desa Lok Baintan, kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Sungai telah menjadi urat nadi perkembangan sejarah dan budaya di kawasan Kalimantan. Budaya masyarakat yang tumbuh dan berkembang di atas sungai menjadikan mereka pengarung perairan yang handal. Sungai jugalah yang telah memberikan perkembangan luar biasa bagi masyarakat Banjar, suku mayoritas di Kalimantan Selatan. Sungai tak hanya menjadi media transportasi, namun juga sumber perputaran roda ekonomi yang sangat krusial dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat disini.

Subuh hari kami sudah sedia untuk berangkat menuju Desa Lok Baintan dari Kota Banjarmasin menaiki kelotok (perahu bermotor) dengan waktu tempuh 70 menit. Aneh rasanya bagi kami yang lahir di kaki sebuah gunung beraktivitas sehari-hari menaiki kapal kesana kemari. Dalam perjalanan, mulut kami tak berhentinya komat-kamit melantunkan berbagai doa untuk keselamatan. Transportasi air adalah sebuah mimpi buruk bagi kami yang tak bisa berenang.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Ibadah Mimpi (Travel Blogger) (@ibadahmimpi) on

Dari informasi yang kami dapatkan, Pasar Lok Baintan memiliki waktu operasional dari setelah waktu sholat subuh hingga sekitar pukul 09.30 WITA. Waktu yang cukup singkat untuk berlangsungnya sebuah pasar. Namun begitu, ternyata Pasar Lok Baintan selalu ramai oleh para penjual dan pembeli.

Sesampainya disana kami terpesona luar biasa, tak ada kata yang dapat menjelaskan betapa kagumnya kami dengan pemandangan yang terhampar di sepanjang Sungai Martapura. Arak-arakan perahu dengan berbagai dagangan hasil pertanian dan perkebunan mengisi setiap perahu-perahu yang berlayar di arus Martapura.

Seorang ibu cantik mengatakan pada kami bahwa para pedagang berasal dari berbagai anak Sungai Martapura, seperti Sungai Lenge, Sungai Bakung, Sungai Paku Alam, Sungai Saka Bunut, Sungai Madang, Sungai Tanifah, dan Sungai Lok Baintan. Kegiatan jual-beli di pasar terapung ini lebih didominasi oleh acil-acil, bahasa Banjar yang berarti ibu-ibu, walaupun ada juga beberapa pedagang dan pembeli laki-laki.

Yang paling unik dan membekas diingatan kami adalah beberapa transaksi yang dilakukan antar pedagang masih menggunakan sistem barter (tukar-menukar barang dengan barang) walaupun tidak semuanya. Umumnya dagangan yang akan dibarter adalah hasil bumi berupa sayur mayur dan buah-buahan. Besaran dan keberimbangan jumlah hasil barter tergantung kesepakatan antarkedua belah pihak. Jika sepakat, maka masing-masing akan mendapatkan barang sesuai keinginan. Rasanya di zaman sekarang yang dipenuhi dengan uang, kami terkagum dan tak percaya masih ada masyarakat yang melestarikan budaya barter. Sebuah kebudayaan yang tak lekang dan masih berjuang melawan zaman.

Ada sebuah budaya turun-temurun yang hidup dalam aliran roda kehidupan di Pasar Lok Baintan. Sebuah budaya dalam melakukan transaksi. Semua bermula semenjak masyarakat Banjar memeluk agama Islam. Adalah Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari (1710-1812 masehi), seorang pemuka agama dizamannya yang mengajarkan untuk melakukan akad jual-beli pada saat bertransaksi yang tertuang dalam kitabnya yang terkenal, Sabilal Muhtadin. Singkatnya, pedagang akan menyebutkan kata “jual /dijual” dan pembeli akan menyahut dengan kata “tukar/ditukar” saat transaksi dilakukan untuk mencapai kata sah.

Tak percaya rasanya kami bisa menyaksikan dengan mata kepala sendiri betapa mempesona dan bermaknanya nafas kehidupan di Pasar Lok Baintan dengan berbagai pesonanya. Sehari sebelumnya kami masih terjebak dalam kesemerawutan Ibu Kota Jakarta. Beruntung salah satu kawan baik mengenalkan kami pada sebuah aplikasi perjalanan luar biasa, pegipegi. Sebuah aplikasi yang menjadi jawaban bagi jiwa-jiwa yang lelah dan rindu melakukan perjalanan yang menyediakan berbagai kemudahan mulai dari pemesanan hotel, tiket pesawat, tiket kereta api hingga berbagai tips-tips menarik seputar travelling.

Berbagai promo spesial tiket murah semuanya ada disini. Mulai dari tiket pesawat murah, tiket kereta api murah, hingga pemesanan booking hotel yang banyak diskon. Promonya gak nanggung-nanggung dan bikin bulu kuduk kami berdiri buat segera memesan tiket perjalanan ke Banjarmasin. Senang rasanya bisa mendapatkan tiket pesawat promo dari pegipegi untuk perjalanan penuh makna ke Pasar Terapung Lok Baintan.

Tak heran pegipegi mampu menjadi jawaban kami dalam mencari penerbangan ke berbagai tempat di Indonesia. Selain diskonnya yang super gede dan hemat banget, pegipegi juga mudah digunakan dan websitenya mudah diakses darimana saja dan kapan saja serta aplikasinya yang ringan digunakan.

Untuk liburan hemat dan nyaman, kami percaya pegipegi mampu menjadi teman yang dapat diandalkan dalam setiap perjalanan.

Salam Pejalan!


Have a nice day!
Stay tuned for more of our adventures.
Happy travel and leave no trash!


Hai, karena kamu udah disini…

..Kami punya beberapa permintaan. Beberapa orang mungkin telah membaca ibadahmimpi.com. Seperti yang kamu ketahui, melakukan perjalanan itu membutuhkan banyak waktu, uang dan usaha untuk menghasilkan sebuah karya. Kami melakukannya karena kami percaya bahwa sudut pandang kami sangat berguna bagi dunia – karena itu mungkin saja bakal menjadi sudut pandang kamu dalam memandang dunia juga.

Jika kamu suka dengan ibadahmimpi.com, mari luangkan waktu buat mendukung blog ini untuk terus berkarya dan memberikan dampak positif kepada dunia. Bantuan kecil yang kamu berikan misalnya dengan subscribe blog ini atau memberikan bantuan dana berapapun yang kamu mau akan sangat berarti buat kami – dan itu gak butuh waktu yang banyak. Salam semoga kita bersua dan berbagi cerita!

Support ibadahmimpi.com

22 Comments

  1. rahayuelinda rahayuelinda October 17, 2019

    Waa, ini nih yang kaya gini jarang ditemukan. Pasar kaya gini kayanya ga ada di Jakarta. Saya taunya malah ada di Thailand. Sistem barter juga, ya Allah masih ada ternyata 👀

    • ibadahmimpi ibadahmimpi October 18, 2019

      Hahaha iya mbak. Senang rasanya bahwa tradisi masih dipertahankan oleh masyarakat Banjar di zaman modern ini.

      • rahayuelinda rahayuelinda October 19, 2019

        Iyaaa ya, di Jakarta mah boro-boro hahaha. Rasanya jadi pengen terjun ke sana

        • ibadahmimpi ibadahmimpi October 19, 2019

          Haha bener banget mbak.
          Eits, jangan terjun mbak, nanti kecebur ke sungainya. hihi

  2. Fanny Fristhika Nila Fanny Fristhika Nila October 17, 2019

    aku penasaran belanja di tempat seperti ini :D. salut ama penjualnya, apalagi yg udah tua, tangannya kuat mengayuh dan mengendalikan perahu di tempat yg rameee kayak begini yaaa. aku pernah coba naik perahu model begini, dan iseng mencoba cara mendayungnya, susaaah ternyata hahahaha… semiga kapan2 bisa ngerasain langsung belanja di pasar terapung

    • ibadahmimpi ibadahmimpi October 18, 2019

      Bener banget mbak. Kami juga salut bukan kepalang dengan tenaga ibu-ibu disini mengayuh sampan.

  3. Heniajaa Heniajaa October 19, 2019

    Beda banget yaa pasarnya. Kayaknya cmn ada di Kalimantan aja pasar model terapung gini ya… Kalo di luar negri juga ada ya mirip” gini… Kereen deh..👍👍

    • ibadahmimpi ibadahmimpi October 19, 2019

      Iya mbak. Unik banget disana…
      Di Thailand katanya juga ada pasar terapung ini sih mbak.

  4. nur rochma nur rochma October 19, 2019

    Unik banget pasar terapung ini. Orang yang sudah tua masih semangat mendayung dan dagangannya nggak ada yang terjatuh meski ditumpuk gitu.

    • ibadahmimpi ibadahmimpi October 19, 2019

      Haha bener banget. Udah profesional banget dibidangnya.

  5. Catcilku Catcilku October 21, 2019

    Dari foto sih mayoritas acil-acil yang jualan, para acolnya jualan di mana ya? hehe. Btw apa tidak sempit itu sungainya dipenuhi kapal-kapal, jadi bayangin 50 orang saja yang datang untuk belanja pastinya sungai jadi penuh kapal, panjang-panjang pula ukurannya

    • ibadahmimpi ibadahmimpi October 21, 2019

      Hahahaha enggak sempit juga kok. Entah bagaimana caranya tapi semuanya bisa berjalan lancar walaupun lagi banyak orang.

  6. Renaldi Renaldi October 21, 2019

    Pasar yang sangat menarik, inilah indonesia yang penuh keberagaman. sehat selalu min. 🙂

  7. Aul Howler Aul Howler October 25, 2019

    Ini kan yang jadi CF nya RCTI zaman dulu yaaa
    Pasar terapung tradisional ini :’)

    Keren sih, masih bisa bertahan di tengah deburan ombak online

  8. Maschun Sofwan Maschun Sofwan October 27, 2019

    widih keren banget pasar ini, jadi pengen dech ke kalimatan

  9. Rumi Rumi October 27, 2019

    Indah banget foto-fotonya, semoga ada kesempatan main langsung ke pasar terapung.

Leave a Reply