Press "Enter" to skip to content

PESONA HAMPARAN PADANG PASIR BROMO

Kamu pernah dengar padang pasir di atas gunung?
“Hah? Mana ada padang pasir di atas gunung, padang pasir mah di Arab”

Ada bro! ada padang pasir di atas Gunung
“Lah? dimana emang bro?”

Di Indonesia pokoknya…

Begitulah percakapan singkat kami dengan seorang teman yang nggak percaya kalau ada padang pasir di atas sebuah gunung. Mungkin juga kamu gak bakalan percaya kalau ada padang pasir diatas gunung. Tapi, itu benar-benar ada. Benar-benar seperti padang pasir luas layaknya di arab dan yang ini letaknya benar-benar di Indonesia!

Tempat yang kami maksud adalah padang pasir di Gunung Bromo, yang terletak di Jawa Timur. Ternyata, di kawasan Gunung Bromo yang masuk di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ada sebuah hamparan padang pasir yang luas dan mirip dengan padang pasir yang ada di arab.

Padang pasir ini lebih dikenal dengan nama Pasir Berbisik. Kenapa Pasir Berbisik? Begini asal muasalnya.
Hamparan luas padang pasir ini selalu menjadi salah satu incaran para wisatawan yang berkunjung ke kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Usut punya usut, asal mulanya berkaitan dengan film karya sutradara Nan Achnas tahun 2001 silam yang berjudul Pasir Berbisik. Bercerita tentang seorang gadis desa bernama Daya yang tinggal di perkampungan miskin bersama ibunya yang sudah lama ditinggal oleh suaminya sejak Daya masih kecil.

Kondisi lingkungan yang tidak selalu aman serta jarak yang jauh dari peradaban modern membuat ibunya sangat protektif sehingga Daya suka bertingkah aneh. Salah satunya, ia sering menelungkupkan tubuhnya ke tanah pasir, karena ia merasa bahwa pasir berbisik kepadanya.

Sebenarnya fenomena pasir berbisik ini terjadi karena ketika angin bertiup, butiran-butiran pasir beterbangan dan terdengar seperti bisikan yang sampai ke telinga setiap orang yang melewatinya. Bentuknya juga bergelombang menyerupai ombak-ombak kecil. Syuuh! 

Tidak hanya menjadi lokasi syuting film yang berjudul sama dengan namanya, Pasir Berbisik juga biasa digunakan sebagai objek bagi para fotografer atau orang-orang yang ingin hunting foto. Disini kamu dapat melihat luasnya padang pasir dengan pemandangan di atas ketinggian lebih dari 2000 mdpl. Jika sering melihat teman atau kerabat berfoto dengan menunggangi kuda di kawasan Gunung Bromo, bisa jadi salah satu lokasinya adalah Pasir Berbisik.

Kamu dapat mengunjungi Pasir Berbisik dengan beberapa cara. Pertama dengan menyewa mobil jeep dengan harga yang berkisar Rp 500 ribu-700 ribu lengkap dengan pengemudinya. Jika ingin naik kuda untuk berkeliling, biayanya berkisar Rp 20-100 ribu tergantung jarak dan kondisi. Tapi kami memilih cara yang lebih unik dan tentu saja lebih murah untuk menikmati padang pasir di atas puncak gunung ini. Kami memilih menaiki sepeda motor untuk mengelilingi kawasan Gunung Bromo. Berangkat dari Malang menuju Gunung Bromo, perjalanan sekitar 2-3 jam kami tempuh menembus dinginnya Kota Malang.

Setelah menikmati sunrise, kami diajak oleh kawan seperjalanan untuk mengunjungi sebuah padang pasir diatas Gunung Bromo. Dari lokasi sunrise Bromo, kami memutarkan motor menuju jalan menurun yang mengarah ke Padang Pasir Gunung Bromo atau Pasir Berbisik.

20 menit perjalanan akhirnya kami sampai di kawasan Pasir Berbisik. Hal pertama yang kami rasakan adalah takjub bukan kepalang. Sungguh sebuah pemandangan yang tak pernah kami lihat sebelumnya. Berasal dari Sumatera yang hanya dipenuhi rimba membuat kami takjub dengan alam yang ada di Bromo. Sebuah padang pasir terhampar luas di depan mata.

Jadi, sekarang percayakan kalau padang pasir bisa saja berada di atas gunung dan gak harus panas seperti di Arab? 

Itulah uniknya negeri kita Indonesia. Tak terhitung kekayaan dan keunikan alam yang tersebar di negeri khatulistiwa. Semoga saja pariwisata negeri kita ini terus meningkat dan menjadikan Indonesia lebih baik lagi. Dan satu lagi, untuk kamu yang akan mengunjungi tempat ini dan lokasi indah manapun di Indonesia, jangan lupa untuk menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Kebaikan itu bisa dimulai dari diri sendiri dan akan berdampak besar jika setiap orang menerapkan hal yang sama pada diri mereka sendiri. Salam lestari, salam pejalan. Selamat berkelana!


Have a nice day!
Stay tuned for more of our adventures.
Happy travel and leave no trash!


Dukung kami untuk terus berkarya dengan share cerita ini ke media sosial kamu ya.
Dan jangan lupa follow kami di Twitter @baratdaya_@ibadahmimpi, Instagram @ibadahmimpi / @redhaandikaahdi / @baratdaya_ & Facebook biar kamu gak ketinggalan cerita perjalanan unik bersama kami.


Hai, karena kamu udah disini…

..Kami punya beberapa permintaan. Beberapa orang mungkin telah membaca ibadahmimpi.com. Seperti yang kamu ketahui, melakukan perjalanan itu membutuhkan banyak waktu, uang dan usaha untuk menghasilkan sebuah karya. Kami melakukannya karena kami percaya bahwa sudut pandang kami sangat berguna bagi dunia – karena itu mungkin saja bakal menjadi sudut pandang kamu dalam memandang dunia juga.

Jika kamu suka dengan ibadahmimpi.com, mari luangkan waktu buat mendukung blog ini untuk terus berkarya dan memberikan dampak positif kepada dunia. Bantuan kecil yang kamu berikan misalnya dengan subscribe blog ini atau memberikan bantuan dana berapapun yang kamu mau akan sangat berarti buat kami – dan itu gak butuh waktu yang banyak. Salam semoga kita bersua dan berbagi cerita!

Support ibadahmimpi.com

5 Comments

  1. nudizak nudizak July 14, 2019

    Wah udah kemana-mana nih mas Redha, keren-keren. Nah kebetulan nih blog saya bahas fotografi hp, besok terbit artikel baru.
    Cek aja mas di Warung Blogger….
    salam kenal ya

    • ibadahmimpi ibadahmimpi July 15, 2019

      wahhh gak kemana-mana kok mas bro, masih di bumi ajaa kok
      hahaha

      Okeh siap ditungguu

  2. Hastira Hastira July 15, 2019

    indah banget lautan apsir, ke sini saat masih remaja

Leave a Reply