Press "Enter" to skip to content

RANU KUMBOLO: TENTANG KEBERSAMAAN DAN KEDAMAIAN

Dalam kenangan Dendy di tahun 2017

Perjalanan mengajarkan kita banyak hal, salah satunya mengajarkan arti dari kebersamaan. Saat di perjalanan, kedekatan kita dengan teman-teman seperjalanan akan makin terasa. Terutama saat naik gunung. Momen kebersamaan itulah yang nantinya akan kita kenang di kemudian hari.

Sama halnya dengan perjalanan-perjalanan saya yang lainnya, perjalanan ke Ranu Kumbolo juga punya cerita uniknya sendiri. Berawal dari percakapan di sebuah grup chating perkumpulan orang-orang Minangkabau di kampus saya, Gunadarma, akhirnya tercetuslah ide untuk melakukan perjalanan menuju Gunung Semeru. Dan tentu saja akan melewati danau yang namanya sudah melegenda, Danau Ranu Kumbolo.

Setelah melalui diskusi yang cukup panjang, akhirnya kami memilih waktu yang tepat untuk melakukan perjalanan menuju Gunung Semeru di Jawa Timur. Sebagai informasi, Gunung Semeru adalah sebuah gunung yang mempunya puncak tertinggi di Pulau Jawa, yaitu dengan ketinggian 3676 mdpl.

Perjalanan ke Gunung Semeru kali ini diikui oleh 17 orang. Cukup banyak memang. Kami berangkat dari Jakarta menuju Malang dengan menggunakan transportasi massal Kereta Api. Alasannya cukup sederhana, tiketnya yang cukup murah dan ketepatan waktu.

Sesampainya di Malang, Kami menyewa 2 buah angkot untuk mengantarkan kami menuju Desa Tumpang. Dari Desa Tumpang, kami menyewa sebuah truk menuju desa Ranu Pani tempat gerbang pendakian menuju ke Ranu Kumbolo ataupun Puncak Mahameru. Danau Ranu Kumbolo terletak di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Dikawasan ini terdapat beberapa gunung, diantaranya Gunung Semeru, Gunung Bromo serta Gunung Batok.

Sesampainya di Desa Ranu Pane, kami langsung mendaftarkan diri di pos pendakian. Untuk kamu yang ingin melakukan pendakian ke Gunung Semeru, jangan lupa untuk memperhatikan kelengkapan dokumen seperti kartu identitas, surat menyurat, serta surat keterangan sehat dari dokter.

Sebelum pendakian, kami semua dikumpulkan di suatu ruangan oleh petugas BKSDA dan relawan Gunung Semeru. Tujuannya adalah untuk melakukan briefing dan penjelasan akan jalur Gunung Semeru. Cuaca saat itu cukup bersahabat, tetapi udara dingin sudah mulai menusuk ke tulang.

Perjalanan pun dimulai, grup kami yang terdiri dari 17 orang melakukan do’a bersama dan mulai berjalan menuju gerbang pendakian Gunung Semeru. Seperti biasa, kami sempatkan untuk berfoto bersama sebelum melanjutkan pendakian.

Jalur yang kami lalui menuju Danau Ranu Kumbolo cukup berat. Dikarenakan tanah yang masih sedikit basah dan cukup licin, ditambah lagi beban dipunggung yang cukup berat. Tapi itu semua bisa teratasi karena perjalanan kali ini diiringi dengan keceriaan dan candaan kawan seperjalanan.

Sampai di Ranu Kumbolo, hari sudah menunjukkan pukul 8 malam. Setelah mendirikan tenda, kami memutuskan untuk menikmati malam sambil beristirahat. Tak banyak yang kami lakukan, sekedar bercanda sambil memakai bahasa daerah kami tercinta, Minang.

Ketika pagi menyapa, saya terbangun dengan perasaan damai dan tentu saja disambut dengan udara yang sangat dingin. Ranu Kumbolo menyambut kami yang tertidur pulas semalaman.

Pagi itu terasa sangat indah karena kebersamaan dan canda tawa bersama teman seperjalanan. Sebagian teman-teman menyiapkan sarapan untuk kami semua. Inilah asyiknya melakukan pendakian bersama-sama. Apalagi banyak wanitanya, jadi udah pasti hasil masakannya bakalan enak.

Nah, itulah beberapa momen kebersamaan saya dan teman-teman seperjalanan menuju Ranu Kumbolo di Gunung Semeru. Perjalanan yang mengajarkan arti sebuah kebersamaan. Sesuatu yang akan selalu diingat adalah momen, dan momen kebersamaan di Ranu Kumbolo adalah salah satunya. Semoga Ranu Kumbolo tetap menjadi sebuah cerita yang akan kami kenang selamanya.


Have a nice day!
Stay tuned for more of our adventures.
Happy travel and leave no trash!


Dukung kami untuk terus berkarya dengan share cerita ini ke media sosial kamu ya.
Dan jangan lupa follow kami di Twitter @baratdaya_@ibadahmimpi, Instagram @ibadahmimpi / @redhaandikaahdi / @baratdaya_ & Facebook biar kamu gak ketinggalan cerita perjalanan unik bersama kami.


Hai, karena kamu udah disini…

..Kami punya beberapa permintaan. Beberapa orang mungkin telah membaca ibadahmimpi.com. Seperti yang kamu ketahui, melakukan perjalanan itu membutuhkan banyak waktu, uang dan usaha untuk menghasilkan sebuah karya. Kami melakukannya karena kami percaya bahwa sudut pandang kami sangat berguna bagi dunia – karena itu mungkin saja bakal menjadi sudut pandang kamu dalam memandang dunia juga.

Jika kamu suka dengan ibadahmimpi.com, mari luangkan waktu buat mendukung blog ini untuk terus berkarya dan memberikan dampak positif kepada dunia. Bantuan kecil yang kamu berikan misalnya dengan subscribe blog ini atau memberikan bantuan dana berapapun yang kamu mau akan sangat berarti buat kami – dan itu gak butuh waktu yang banyak. Salam semoga kita bersua dan berbagi cerita!

Support ibadahmimpi.com

8 Comments

  1. Arif Rudiantoro Arif Rudiantoro July 9, 2019

    Dari dulu sangat kepingin melakukan pendakian, apalagi banyak orang pasti seru, tapi sayang masih belum kesampaian 🙂

  2. Hastira Hastira July 10, 2019

    kebersamaan yang mengasyikan

    • ibadahmimpi ibadahmimpi July 10, 2019

      Momen kebersamaan adalah momen yang tak terlupakan
      haha

  3. Sahabat Baru Sahabat Baru July 11, 2019

    Woooow…
    Ini tempat film 5 cm itu kan??? Wah kereen…

    • ibadahmimpi ibadahmimpi July 11, 2019

      iyaaa bener banget…
      Tapi sayangnya kami gak ketemu ama Pevita!!!

    • ibadahmimpi ibadahmimpi July 11, 2019

      Kami doakan semoga impian dapat segera diwujudkan.

Leave a Reply