Press "Enter" to skip to content

DILAMUN OMBAK

Puan, kopi kesukaanmu telah kuseduhkan.
Nikmatilah!

Sembari kau nikmati, bolehkan aku duhai puan

menyelingi jamuan kopimu dengan sebuah obrolan?

Jika engkau tak mengizinkan, maka tidak jadi masalah.

Karna mungkin segala apa yang nanti terucap

akan menambah rasa asam pahit di arabica-mu puan.

Namun jika itu tak jadi masalah untukmu, maka nikmatilah jua

segala rasa pahit dalam jamuan kopimu ini.

Kita telah berlayar beribu hari lamanya,

terombang ambing di tengah samudera.

Tak jarang sampan kita hampir dibalikkan gelombang.

 

Ribuan hari lamanya kita dilamun-lamun ombak.

Dalam sibukku menahkodai sampan ini, tanpa sadar ternyata engkau

telah menemukan tanah tepi di ufuk timur sana.

Kita bersorak sorai karena labuhan sampan hampir sampai.

Esoknya kuamati kembali tanah tepi yang engkau tunjuk itu.

Ternyata bukan atlantis yang kurindukan!

Ia hanya diisi oleh beberapa mata air yang hanya cukup untuk seorang,

tak bisa untuk kita berdua.

 

Aku terdiam…

Lalu akupun terpaksa harus mengatakan padamu.

“Itu bukan Atlantis!, kita harus tetap berlayar”,

namun kau menolak sembari melengkingkan suaramu.

Kau bersikeras untuk berlabuh.

Kita berdebat panjang, tanpa sadar sampan ini pun telah berlabuh.

Puan, jika engkau ingin berlabuh didermaga ini. Silahkanlah!

Aku akan tetap mendayung sampanku menuju atlantis yang kurindukan.


ditulis oleh Furqan Nursalam –

silahkan mampir ke instagram @f.nursalam7, twitter @furqannursalam atau blog diary pengelana untuk mengenal penulis lebih dekat.


Support us with share this post to your social media.

And Don’t forget to follow us on Twitter @ibadahmimpi, instagram @ibadahmimpi / @redhaandikaahdi & like us on Facebook.

6 Comments

  1. Uwi Uwi January 3, 2019

    Lanjutkan

  2. Nestapa Nestapa January 3, 2019

    Suka, suka. Tulisannya bagus😍😍

    • ibadahmimpi ibadahmimpi January 3, 2019

      makasih qaqa.. penulisnya emang kece badai qaqaa

  3. Halldila Pascha Daniant Halldila Pascha Daniant January 18, 2019

    Ditunggu karya selanjutnya

Leave a Reply