Press "Enter" to skip to content

KAMPUNG ADAT RATENGGARO: PESONA MAGIS DARI TANAH SUMBA

Ngomongin keindahan alam dan budaya Sumba gak bakalan ada habisnya. Keindahan alamnya yang begitu mempesona hingga adat budayanya yang unik dan beranekaragam membuat Sumba selalu menjadi primadona bagi para traveler lokal maupun mancanegara. Tak terkecuali di salah satu kampung adat di bagian Sumba Barat Daya yang bernama Ratenggaro. Kampung Adat Ratenggaro tepatnya berlokasi di Desa Umbu Ngedo, Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

photo by ibadahmimpi.com

Kampung Adat Ratenggaro berjarak +/- 50 km dari Tambolaka, satu hal yang sangat disayangkan adalah belum tersedianya akomodasi umum yang dapat digunakan untuk mencapai desa ini sehingga kami harus menyewa kendaraan atau jasa travel dari Tambolaka. Akses jalan dari Tambolaka menuju Ratenggaro dapat ditempuh dalam waktu +/- 2 jam perjalanan dengan kondisi jalan beraspal yang masih mulus bahkan lebih mulus dari paha Lucinta Luna!

Ternyata, Kampung Adat Ratenggaro terletak di tepi sebuah pantai dengan pasir putih yang sangat indah dan air laut yang biru yang sangat jernih! Tempatnya yang tenang dan ombaknya yang mendayu-dayu membuat kami seakan pengen main air disana bareng anak-anak Sumba.

photo by ibadahmimpi.com


Uma Kelada

Keunikan lainnya dari Kampung Adat Ratenggaro adalah terdapatnya rumah adat yang memiliki atap seperti menara yang menjulang tinggi mencapai ketinggian 15-20 meter yang disebut Uma Kelada. Dengan atapnya yang terbuat dari bahan dasar jerami. Tinggi rendahnya atap rumah didasarkan pada status sosial mereka!

Menurut penduduk setempat, tingginya menara atap rumah tersebut memiliki filosofi tersendiri. Menara yang tinggi melambangkan keterarahan kepada Sang Pencipta dan bukan pembeda status sosial. Bingung ya? Sama! Kami juga bingung!

Masing-masing rumah adat terdiri dari 4 tingkat ruangan, dimana tingkat paling bawah digunakan sebagai tempat hewan peliharaan, tingkat kedua tempat pemilik rumah, tingkat ketiga tempat untuk menyimpan hasil panen dan dan tingkat terakhir sebagai tempat untuk memasak!

Dan juga di tingkat teratas ini terdapat sebuah kotak yang merupakan tempat penyimpanan kenangan mantan benda keramat dan juga tempat untuk meletakkan tanduk kerbau sebagai simbol tanda kemuliaan! Simbol tersebut menandakan bahwa mereka sudah melaksanakan upacara adat.

Uniknya lagi rumah-rumah tersebut dibangun dengan cara gotong royong oleh penduduk Ratenggaro selama 3 bulan dengan melalui berbagai tahap termasuk upacara adat.

photo by ibadahmimpi.com


Kuburan Batu Megalitik

Menurut informasi yang kami dapat, Ratenggaro sendiri berasal dari kata ‘Rate’ yang berarti kuburan, dan ‘Garo’ yang berarti orang Garo. Jadi Ratenggaro adalah…?

Jadi ceritanya pada zaman dahulu kala, terjadilah peperangan antar suku, di mana suku yang sekarang berhasil menghuni desa ini setelah berhasil merebutnya dari orang Garo asli. Suku yang kalah dibunuh dan dikubur di tempat itu juga.

Di desa ini juga terdapat 304 buah kuburan batu. 3 diantaranya memiliki bentuk unik yang terletak di pinggir laut. Selain itu, bentuk pahatan dan ukurannya menyerupai sebuah meja datar berukuran besar yang terlihat sangat kokoh walau dihantam angin kencang dan kenangan dari arah laut.

Di kampung ini juga terdapat kuburan batu leluhur atau raja, dan juga ada kuburan batu untuk warga yang ukurannya lebih kecil.

photo by ibadahmimpi.com

 


Masyarakat yang Ramah & Memegang Teguh Tradisi

Masyarakat Ratenggaro masih memegang tradisi Marapu seperti warga Sumba pada umumnya, yaitu sebuah tradisi memuja nenek moyang atau leluhur.

Upacara kematian di sana juga dilengkapi dengan menyembelih hewan seperti kerbau atau kuda. Mereka percaya bahwa roh nenek moyang ikut serta menghadiri upacara penguburan, sehingga hewan dipersembahkan untuk roh nenek moyang.

Selain itu masyarakat disini juga sangat ramah kepada pendatang baru. Kami menghabiskan hari sambil berbincang-bincang dan bermain bersama anak-anak Sumba sembari menikmati betapa indahnya alam Indonesia ini.

photo by ibadahmimpi.com


Have a nice day!

Stay tuned for more of our adventures in East Nusa Tenggara.

Happy travel and leave no trash!


12 Comments

    • ibadahmimpi ibadahmimpi December 30, 2018

      terima kasih gan.
      Jangan lupa baca cerita perjalanan lainnya ya

  1. Entrpnr rhnm Entrpnr rhnm January 7, 2019

    Jadi lebih mengenal suku, budaya masyarkat indonesia yg belum diketahui oleh saya, mantap min artikelnya

  2. M. Moko M. Moko January 9, 2019

    Saya belum pernah ke Sumba, lihat foto-foto tulisan ini menguatkan informasi yang saya dapat kalau Sumba itu jauh lebih indah dibanding Bali

    • ibadahmimpi ibadahmimpi January 9, 2019

      wahhh harus ke Sumba nih mas biar bisa nambah menikmati betapa indahnya Indonesia ini. hihihi

  3. Travel Galau Travel Galau February 28, 2019

    Cantik banget. Aku belum sampai ke Sumba. Someday I hope. Berarti kalau mau ke Kampung Adat Ratenggaro benar-benar harus dipersiapkan ya, cari travel dulu. Sip kalau begitu.

  4. Muyassaroh Muyassaroh March 1, 2019

    Keren banget bisa jalan ke Sumba…sisi lain dari Indonesia yg baru sy lihat..

    • ibadahmimpi ibadahmimpi March 1, 2019

      hihi. iya mbak..
      yah bisa dibilang penuh perjuangan mbak. wkwk

  5. Hastira Hastira March 6, 2019

    indonesiaku memang kaya alam, budayanya

    • ibadahmimpi ibadahmimpi March 6, 2019

      iyaaa.. Indonesia gak kalah indahnya dari negara lain lho

Leave a Reply