Press "Enter" to skip to content

CINTA DALAM SEMANGKOK MIE

Pada kenyataannya kita hanyalah

sedang menahan diri.

Menampakkan apa saja yang pantas

tanpa peduli apa yang ada di hati.

 

Berharap perasaan bisa tumbuh lagi

sementara hati sudah lebih dahulu pergi.

Memastikan berkali-kali apa masih bisa diperbaiki

daripada nanti harus menyesali.

 

Tapi nyatanya ini bukanlah penyelesaian

yang benar-benar menyelesaikan.

Kita baru saja membatasi kenyataan, menyembunyikannya

dengan rapi di setiap tepi.

 

Kenyataan bahwa bertahan dan memaklumi

tidak selalu menjadi langkah dewasa untuk

menemukan ketenangan.

 

Benar kata ibu, tidak baik menahan terlalu lama,

nanti kau tak tahan.

Nanti pundak ibu jua yang kau cari,

menangis tersedu,

kasih ayah jua yang tak terbanding

setiap kali hati kau patah.

 

Lalu apalagi yang kau cari?

Sosok ibu dan ayah dalam satu perwakilan?

Hwalaa… Kau baru saja memesan mie instan

di pinggir jalan dengan ribuan permintaan.

 

Ada! Tapi bakal susah kau dapati.


ditulis oleh Gemi Nastiti

Silahkan mampir ke instagram @kumiskuucing

untuk mengenal penulis lebih dekat.

 

 


Support us with share this post to your social media.

And Don’t forget to follow us on Twitter @ibadahmimpi, instagram @ibadahmimpi / @redhaandikaahdi & like us on Facebook.

Be First to Comment

    Leave a Reply