Press "Enter" to skip to content

GE!

Kau bisa menyapaku sekali lagi, memegangi pundakku,

dan aku akan menoleh ke belakang.

Akan kusambut kau yang ingin datang lagi, tapi bukan

sebagai kekasih.

Mari duduk di terasku namun tidak memasuki

pintu depan rumahku, karena aku tak pernah menunggumu.

Mari saling berbicara, aku kini sangat terbuka.

Mengkaji ulang perpisahan kita namun tidak untuk menyambungnya.

Mari segera ikhlaskan kepergian kita satu sama lain.

 

Namun seribu sayang bagiku, kau telah mendewasa kini.

Tidak lagi sebodoh dulu saling menahan tangan, sedangkan

hati kita selalu wara-wiri menemui yang lain.

Kita melakukan sandiwara dan mengaku duo sejoli yang

paling kokoh sejagad raya.

Membabi buta bertahannya hingga patah jua hati salah satunya.

 

Kini kau telah menjadi seorang lelaki yang menemuiku

untuk menghentikan kebencian dengan mengakui kesalahan.

Kebencianku berlipat gandanya kini setelah kita bertemu.

Aku benci kau telah menjadi lelaki tegas dan

menentukan pilihan sedangkan aku

tetaplah perempuan yang selalu terbawa perasaan.

Masih saja sebagai perempuan yang

maunya selalu menahan dan tidak terima kekalahan.

 

Lagi-lagi aku mencintaimu, dan itu

sangat menggangguku.


ditulis oleh Gemi Nastiti

Silahkan mampir ke instagram @kumiskuucing

untuk mengenal penulis lebih dekat.


Support us with share this post to your social media.

And Don’t forget to follow us on Twitter @ibadahmimpi, instagram @ibadahmimpi / @redhaandikaahdi & like us on Facebook.

6 Comments

  1. farida farida December 18, 2018

    aih, bikin baper banget nih. setiap katanya penuh makna mendalam. nice touch .
    btw, fotonya bagus 🙂

    • ibadahmimpi ibadahmimpi December 18, 2018

      iya sama-sama. Penuh makna kata-katanya. wkwkwk

  2. Zrafco Zrafco December 20, 2018

    hatiku kretek an bang! menyentuh banget

Leave a Reply