Press "Enter" to skip to content

RINDU?

Aku tak pernah menyangka waktu telah mempersiapkan kejutan yang tak bisa kukira – kira. Pada setiap malam yang kulalui dalam dera. Pada setiap rindu yang berujung percuma. Waktu membawaku pada sebuah teduh yang tak dapat kuterka. Memang waktu telah mengerjaiku dalam masa yang begitu lama. Aku tahu, waktu memang selalu merayu.

Segenap hatiku merasakan teduh yang datang tak disangka – sangka. Pada setiap derai – derai daun yang diterpa angin, aku merasakan rindu mulai membelai lembut dengan bayangan yang diam – diam membumbung. Bukan, ini bukan tentang nonaku. Nonaku sudah dibawa pergi bersama waktu, ia ku ikhlaskan dalam setiap temu yang akan berlalu. Waktu menyelipkan rindu baru pada anganku malam ini. Khayalku diseduh dalam lamunan yang datang bukan main. aku terkejut dalam hidangan waktu malam ini. Waktu menyodorkanku tentang yang tak ku ketahui. Tentang sesosok yang membuatku bertanya, tentang rindu yang datang sekilat petir menyambar. Tentang – tentang yang tak bisa ku tentang.

Diam – diam anganku mulai kurang ajar. Ia menerawang menembus batas cakrawala malam dan terbang cepat menuju bulan kemudian kembali menghujam menerjang seisi khayalku. Memporak – porandakan seisi angan yang telah lama ku tata dengan rapi. Seperti meteor yang datang cepat menghujam bumiku, memporak – porandakan setiap bangku – bangku taman, pohon – pohon, danau – danau kecil yang telah ku buat dengan susah payah di duniaku. Di tengah lubang besar bekas hantaman itu, aku melihat sesosok wanita meneduhkan yang tak pernah ku sangka akan masuk menembus duniaku dan memporak – porandakan sekitarnya. Aku tertegun!. Sesosok anggun telah mendarat tepat di depan mataku. Dengan segala kemisteriusannya, dengan segala keteduhannya, aku tahu dia ini asing bagiku.

Sorot matanya mengurungku dalam penjara keindahan yang tak aku pernah mau keluar sekalipun diseret dengan paksa. Kau tahu, bagaimana teduhnya mata yang membawamu hanyut dalam sebuah diorama yang paling tak kau mengerti dalam hidup?. Waktu terkekeh melihatku tertegun membisu. Aku terbius dengan semua yang ku lihat di depanku. Aku tak pernah membayangkan bahwa waktu telah terlampau mengerjaiku kali ini. Ah, sial! Aku tak berdaya sekarang. Kenapa pula sosok ini membuatku terpana begitu hebatnya? Apakah karna aku telah menerima nonaku berlalu dalam waktu? Sehingga waktu merahasiakan pertemuanku dengan sosok ini?. Aku masih tertegun. Bibirku mulai berontak, ia tersenyum.


Support us with share this post to your social media.

And Don’t forget to follow us on Twitter @ibadahmimpi, instagram @ibadahmimpi / @redhaandikaahdi & like us on Facebook.

Be First to Comment

    Leave a Reply