• photo by ibadahmimpi.com
    CERITA MINI

    Kepada Saudari

    Apakah saudari mau mendengarkan jika saya mengatakan benar – benar telah jatuh cinta tanpa harus menunjukkannya? Apakah saudari mau percaya begitu saja? Sungguhpun begitu, saya tidak tahu caranya jatuh cinta. Saya pernah berkali – berkali merasa jatuh cinta, atau tidak, kepada berbagai macam – macam saudari. Tapi saya tidak tahu betul apakah itu dinamakan jatuh cinta atau tidak. Karna memang saya tidak tahu caranya jatuh cinta. Akhir – akhir ini saya sering mencuri – curi pandang menengok saudari. Tapi apakah itu cukup untuk dikatakan kalau saya sedang jatuh cinta? Toh banyak orang saya lihat juga curi – curi pandang sekadar menengok saudari. Apakah mereka juga dinamakan telah jatuh cinta kepada…

  • Photo via https://unsplash.com/photos/VsEk4cIlNk0
    CERITA MINI

    Meong!

    Terbilang sudah lima hari berturut – turut yang ia lewatkan dengan perasaan gelisah. Roman selalu bergerak – gerak tak karuan seperti cacing kepanasan oleh teriknya panas matahari di siang bolong di atas kasur bongsornya. Berbagai posisi ia coba,  mulai dari menengadah menatap loteng, tengkurap, membalikkan posisi badan ke kiri, kemudian ke kanan, kaki ke atas, kepala ke bawah, bahkan aku tak tahu mana kepalanya lagi. Memakai selimut, tanpa selimut, bahkan sampai melepaskan pakaian semua sama saja. Tak ada posisi yang mampu membuatnya nyaman untuk tidur. Insomnia bahasa ilmiahnya. Meong, kucing kampung berwarna kuning kehitam – hitaman yang awalnya kuning cerah akibat sering berguling – guling di atas lantai yang jarang…

  • photo by ibadahmimpi.com
    CERITA MINI

    Perempuan Pembenci Pagi

    Ia selalu benci dengan pagi. Ia memang tak pernah suka mengangkat kedua buah kelopak matanya memandang cakrawala.   Ia sekarang mati. Ia ingat betul semalam ia merasa sangat hidup, seperti tiada lagi hidup. Dengan berat hati, ia mengangkat pikirannya dari pulau kapuk. Di luar hujan cukup deras. Ia langsung teringat salah satu sajak Sapardi, Hujan Bulan Juni. Ia ingin sekali menjadi pohon berbunga dalam sajak itu. “…tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu…”   Kemudian ia teringat kepada seorang lelaki yang selalu mengirimkannya sajak setiap malam lewat seekor burung merpati. Tepat pukul delapan malam, merpati itu akan hinggap di jendela rumahnya…

  • Photo via www.pexels.com
    CERITA MINI

    Senja Pada Kekasih

    Betapapun merekahnya senja dengan warna kemerah – merahan yang semburat membakar langit menjadi kejingga – jinggaan di bawah naungan kaki langit khatulistiwa. Senja tak akan sama lagi dengan senja – senja yang pernah ada di tempat dimana bagian timur nusantara itu. Aku menulis surat ini di kedai kopi dekat pantai dimana senja itu muncul. Orang – orang bercerita bahwa senja yang ada sekarang ini bukanlah senja asli yang pernah mereka ketahui. Senja asli telah diambil oleh seseorang untuk diberikan kepada kekasihnya. Senja yang berjingkat – jingkat sekarang adalah senja palsu yang dicetak persis mirip oleh orang yang mencuri senja itu dahulu kala. Senja yang memancarkan warna – warna membakar semesta…

  • CERITA MINI

    Cerita Saya

    Hari sudah menunjukkan pukul 5 sore. Angin barat mulai berhembus pertanda senja sudah mulai berbenah menampakkan dirinya pada para perindu. Di kaki khatulistiwa, di batas samudera, seorang pria berdiri di sepanjang garis pantai. Udara masih saja lembap dan basah serta pasir-pasir masih saja hangat ketika kumasukkan jari-jari kakiku sembari memikirkan apakah hidupku telah gagal?. Di sebelahku telah berdiri seorang lelaki yang tak tahu darimana datangnya begitu saja menatap lurus ke arah kaki langit. Ia hanya terdiam. Pandangannya kosong. Sinar matahari yang mulai menguap menyinari rambutnya yang tampak kecoklatan. Lelaki itu juga memiliki mata yang coklat. Matanya tetap saja kosong! Aku sebenarnya ingin bertanya tetapi waktu begitu saja terdiam. Bahkan burung-burung…

  • Photo by ibadahmimpi.com
    CERITA MINI

    Menunggu Ga!

    Gerimis sore ini membuat udara di Kota Tanpa Nama menjadi dingin. Walaupun kota ini berada di wilayah khatulistiwa, namun dinginnya bisa membekukan seperti es. Tentu saja bukan cuacanya yang akan menjadi sedingin es. Ketika hujan, orang-orang disini banyak menggigil karena kenangan. Kenangan begitu dinginnya sehingga mampu mengubah Kota Tanpa Nama yang panas menjadi sebegitu dinginnya. Orang-orang yang tak ingin menggigil bersama kenangan akan lebih memilih pergi ke taman kota atau ke tempat-tempat yang tenang untuk sekedar merenungkan betapa kenangan itu begitu mendinginkan. Saya lebih memilih pergi bersama orang-orang itu daripada kedinginan bersama kenangan. Di taman, saya melihat seorang wanita yang tidak jelas raut mukanya. Apakah ia sedih atau gembira. Tentu…

  • ibadahmimpi.com
    CERITA MINI

    Senja Pada Ayah

    Sekian lama ia tak bertemu senja. Akhirnya ia menemukannya di balik kelopak mata. Ia tak tahu kenapa ia selalu ingin bertemu senja. Mungkin saja senja pernah memintanya untuk menemuinya. Di tepi pantai yang sunyi, ia meneguk secangkir senja. Warnanya pekat. “kurang manis”, katanya. Kemudian ia menambah sedikit gerimis pada cangkir tersebut. “lumayan manis” Senja di dalam cangkir tetap pekat. “seperti biasa, aku selalu merindukanmu”, katanya pada senja sambil menyeruput secangkir senja yang pekat.   Setelah bercakap-cakap dengan senja sambil minum senja, ia kembali meramu kata-kata untuk dikirimkan kepada rindunya. Senja. Entah mengapa ia selalu ingin menemui senja seperti senja pertama yang dilihatnya ketika ayahnya mengajaknya duduk di pantai sambil mengunyah…

  • CERITA MINI

    Lelaki & Hitamnya

    Lelaki itu masih terdiam di sudut ruangan gelap berukuran kecil yang disebut sebagai kos. Tumpukan kertas yang berisi coret-coretan telah lama tergeletak di atas lemari yang entah kapan pernah dibersihkan itu sehingga debu-debu berkoloni di atas tumpukan kertas yang warnanya tidak lagi putih. Terlalu lama tidak disentuh membuat huruf-huruf pada kertas itu telah lama minggat. Mereka protes karna terlalu lama didiamkan. Sebuah bentuk protes terhadap tirani kemalasan lelaki yang masih saja duduk di sudut ruangan sambil memegang sebuah gadget. Matahari sudah beranjak menaiki kepala orang-orang di luar, lelaki itu masih saja tidak bergerak dari pengabdiannya terhadap kemalasan. Sebuah monarki yang absolut menjajah lelaki itu. Dari semalam, tikus iseng di sudut…

  • CERITA MINI

    Kepada Wanita yang Disebut Nona

    “Malam tadi nona, aku memimpikan sesuatu yang begitu indah”, ucapku. “Perihal apa?”, tanyamu. Ini perihal yang begitu indah nona, kau dan aku berujung menjadi kita. Kita yang begitu indah, kita yang begitu mendamba, kita yang begitu selaras dan kita yang selamanya. Kau pun tertawa, tak lupa dengan senyum sumringah yang selalu mampu membuatku memetik kerinduan di malam hari yang selalu kusisipkan di antara bintang-bintang, agar aku tak lupa. Ah nona, senyummu itu yang setiap hari selalu ku tunggu-tunggu. Senyumanmu mampu membangkitkan bunga yang sedang layu kekurangan air, kumat aku sepanjang hari hanya untuk menunggu kau tersenyum nona. Mungkin aku sudah gila, ku rasa. Atau mungkin karna ubun-ubunku telah dipenuhi cairan…

  • CERITA MINI

    Lelaki yang Bernama Roman

    (1) Aku sudah bosan mengingatkan Roman tentang cinta. Sudah kering lidahku berkata – kata. Tak sekalipun ia dengar dengan seksama, palingan ia ingat awalan kata, habis itu ia lupa entah apa. Si Roman, kawanku, mahasiswa tingkat akhir yang terakhir. Selalu datang padaku kala sedih menjelang. Ceritanya sedih melulu, sampai – sampai aku juga terbawa pilu. Ia selalu bercerita perihal yang sama. Tentang cintanya pada wanita, junior di kampusnya, nan saban waktu menyita perhatiannya. Selalu ku tanya, “Roman, kau sudah menghubunginya?” Jawabannya buatku linglung. “aku tak berani”, ujar pria somplak berwajah kelam. Ah! Si Roman, Cuma tampangnya saja yang menyeramkan, hatinya rapuh seperti daun kering, disentuh sedikit saja daun kering itu,…