Press "Enter" to skip to content

KUMPULAN PUISI KERESAHAN HATI DUA ENAM


REDUP

Persetan dengan tugas utama mahasiswa.
Apa yang ada dibenakmu?
Apakah IPK tinggi itu penting?
Kuliah, pulang, kuliah, pulang-kah pilihanmu?
Atau mencampuri urusan birokrat.

Persetan dengan mentalmu yang lemah.
Kalau tak punya keberanian,
lebih baik jangan jadi mahasiswa.
Jadi yang maha tau saja.

Akademisi, Akademisi, Akademisi.
Mau sampai kapan kata itu terpatri?
Namun tidak melahirkan gerakan kanan-kiri!
Alam bertanya sekali lagi.
Kekanan-kah atau kekiri pilihanmu saat ini.


photo by ibadahmimpi.com

LAMBAN

Dahulu tubuh ini punya power.
Lebih cepat dari pikiran,
Punya inisiatif dibanding pertimbangan.

Laju pekanya terhadap kata-kata.
Kuat materialnya dari spritual

Sampai suatu hari…
Oh Tuhan, ada apa dengan tubuh ini.
Kawannya tertindas,
tubuh ini diam saja

Kawannya meneteskan air mata.
Tubuh ini gagal mengubahnya menjadi mata air

Oh Tuhan,
Ampunilah tubuh ini.
Sudah tak sanggup lagi berjuang.
Bukan dimakan usia.
Namun dimakan zaman.


photo by unsplash.com
photo via unsplash.com/@osmanrana

SAAT HUJAN

Aku bergegas.
Lekas kutancap gas.
Pagi itu ditemani oleh angin.
Ditembaki peluru hujan.

Dipagi yang dingin.
Kuberteduh diparkiran.
Tanpa sadar hati bergetar.
Jantung berdetak cepat.

Seolah tak mau kalah dengan hujan,
mulut ingin berbicara rasanya.
Namun rem hati menahannya.

Tangan tiba-tiba bergetar.
Tubuh berkeringat ketika datang halilintar.

Dia melihat lalu berbicara denganku,
lalu sontak aku membalasnya.

Sambil menatapnya,
“sama-sama saja”

Aku berjalan disampingnya,
kadang dibelakangnya.

Bersama menuju kekelas.
Ya, senang rasanya

Bila melihatnya sangat dekat.
Ingin ku genggam erat,
tangannya yang halus.
ingin ku cubit pipinya,
Yang imut luar biasa.

Detak jantungpun tak beraturan.
Lalu ku pergi kearah lain.
Dia disambut sahabatnya,
saat itu aku berpisah dengannya.

Kembali kejarak yang jauh.
Dari jarak jauh yang penuh harapan.
Dapatkah kupertahankan,
perasaan yang tertekan.

Karena ada tembok penghalang


photo by ibadahmimpi.com

DIA

Menulis diatas kertas,
mewakili hati yang menetas.

Ku lirik kekiri,
itu dia yang dinanti.

Senyum-senyum sendiri,
seperti tidak waras diri ini.

Terbayang lamunan,
dikelas ingin segera kuungkapkan.

Hidupnya sederhana,
apa adanya

Tak meminta apa-apa,
itu gadis yang kusuka

Rajin bergurau,
senyum yang memukau

Buat hati ini jadi sakau,
kecanduan karena dikau.


photo by unsplash.com
photo via http://unsplash.com

BUKU

Ketika tiada pemikiran hakiki,
kaulah ladang inspirasi.

Ketika hati tertusuk duri,
kaulah obat penyembuh diri

Asal kau tau,
tekad tidak akan pernah mati.
Untuk mengasah literasi.

Walau orang lain tau,
demi melawan dungu,
akan membutuhkanmu.


Ditulis oleh Yumero, seorang mahasiswa Universitas Palangka Raya, Kalteng. Penulis bisa ditemui di instagram @_yumero_, facebook yumero, dan blognya di www.tulisanduaenam.blogspot.com


Support us with share this post to your social media.

And Don’t forget to follow us on Twitter @ibadahmimpi &instagram @ibadahmimpi / @redhaandikaahdi


 

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Mission News Theme by Compete Themes.