photo by ibadahmimpi.com
SAJAK

Bagaimana Kau, Kita dan Aku Kesudahannya

 

Kau adalah pilihan kata acap
yang tak sempat terucap.

Berpikir awalnya akan menetap mantap

namun nyatanya hanya sekedar basa basi yang terlambat kutangkap.

Kau adalah tuan yang inginkan hati

puannya tinggal.

Padahal dirinya sendiri sering pergi terlalu pagi

lalu pulangnya sering salah tanggal,

tidak jarang salah arah dan gagal.

 

Kau…

Yang kadang bising dalam asing.

Sering membangun obrolan denganku

namun tidak berselera dan setelah itu kita

hening.

 

Kita…

Hambar sebelum saling tawar menawar.

Terlalu cepat basinya padahal belum sempat

menghangatkan tungku.

 

Aku…

Semacam do’a yang tak tepat sasarannya.

Sembahyang meminta yang dimau

bukan yang perlu.

Hingga membuat kau tertahan, dan aku

pun tak mendapati keduanya.

 

Aku…

Terlalu riang mendapatimu di ruang tamu,

padahal kau hanya ingin menikmati tehmu

bukan aku.

 

‘Kau’ terlalu gegabah memutuskan

memulai ‘Kita’.

Dan terlalu pengecut untuk

mengakhiri’ku’.


ditulis oleh Gemi Nastiti

Silahkan mampir ke instagram @kumiskuucing

untuk mengenal penulis lebih dekat.

 

 

 

 

 


Support saya dengan share tulisan ini ke sosial media kamu ya.

Don’t forget to follow us on Twitter @ibadahmimpi & instagram @ibadahmimpi


Baca juga: Kita Pada Rumah


 

I'm a Travel Blogger, Content Writer, a Man, and also the President of www.ibadahmimpi.com

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: