photo by ibadahmimpi.com
TRAVEL

Weekend Bersama Kenangan Masa Kecil

Weekend awal tahun 2019 ini, saya bersama kawan lama di kampung memilih untuk menghabiskan waktu bersantai di sebuah bukit tempat kami bermain semasa kecil dulu. Sebuah bukit yang telah mengajarkan kami bagaimana rasanya menjadi seorang bolang (bocah petualang) sejati yang lebih dari tipi!.

Sebuah bukit yang telah menjadi lapangan bermain bagi kami selaku anak kampung yang hidup di bawah kaki Gunung Sago. Bukik Kanduang namanya (bukik, dalam bahasa Indonesia; bukit), berada tepat di belakang SD kami tercinta tempat belajar dan menuntut ilmu semasa kecil.

Rasanya sudah sangat lama juga kami tak menghabiskan waktu bersama untuk sekedar bercerita dan mengenang kembali bocah-bocah polos yang bermain gembira tak kenal waktu di bukit itu. Bukik Kanduang tepatnya berada di Jorong Bukiak Kanduang, Kenagarian Sikabu-kabu Tanjung Haro Padang Panjang, Kecamatan Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Bukik ini hanya berjarak sekitar 3 menit perjalanan menggunakan motor dari rumah saya. Cukup dekat memang. Karna lokasinya berada di Jorong sebelah.

photo by ibadahmimpi.com
Bukik Kanduang yang sederhana dengan segala cerita

Selayaknya bukit pada umumnya, Bukik Kanduang ditumbuhi oleh pohon-pohon pinus yang tinggi menjulang, semak belukar, buah nanas liar yang enak dimakan, hingga buah-buahan liar yang warnanya unyu-unyu dan manis kayak Lucinta Luna!.

photo by ibadahmimpi.com
Semak belukar

Bagi kami kala itu, bukik ini merupakan tempat yang sangat cocok banget untuk bermain petak umpet, sampai-sampai yang jaga malah gak sanggup lagi dan mengibarkan kolor bendera putih dan ujung-ujungnya menangis karna diolok-olok dan dikatain cupu!. Yah! saya pernah berada dalam posisi cupu! itu, beberapa kali.

Selain itu, kami juga hobby membuat rumah-rumahan dari ranting dan semak-semak belukar yang megahnya minta ampun. Setidaknya megah menurut kami!. Rumah ‘rimba’ itu selalu kami gunakan untuk berkumpul dan menghabiskan waktu istirahat dengan makan bekal yang kami bawa dari rumah. Sungguh kenangan yang bolang sekali!

photo by ibadahmimpi.com
Semak belukar yang biasa digunakan untuk membuat rumah-rumahan

Kamu pasti pernah mendengar, ada sebuah keyakinan lama yang beredar di kalangan siswa SD sentaro negeri waktu itu, yang paling dihormati dan disegani di suatu sekolah adalah dia yang pintar berkelahi!. Tapi, di sekolah kami, nampaknya pepatah itu tak berlaku sama sekali! Tatanan dunia kekerasan tak berlaku sama sekali di SD kami saat itu. Kamu jago berkelahi dan ingin disegani di sekolah kami? Hmmmm…. Tidak semudah itu Santoso!

Jadi, bagaimana cara menentukan siapa yang bagak (jago) nomor 1?

Nah! ini yang paling menarik!. Yang paling bagak nomor 1 di sekolah ditentukan dari seberapa cepat dan tangguh ia dalam lomba seluncuran dari atas bukit menggunakan palapah (pelepah) pinang!. Lomba seluncuran biasanya dimulai sewaktu pulang sekolah, setiap peserta mempunyai palapah pinangnya masing-masing dengan berbagai gaya dan style tersendiri yang mencerminkan karakter masing-masing!

photo by ibadahmimpi.com
Jalur seluncuran (dulu tidak ada semak belukar sebanyak ini)


Seperti biasa, karna saya termasuk juga sebagai salah satu anak indie jaman now!, saya juga tak lupa membawa senjata ampuh buat weekend kali ini! Buku puisi yang romantis melankolis kece abisss!

photo by ibadahmimpi.com
Buku Sapardi Djoko Damono buat menemani weekend saya kali ini!

Rasanya weekend saya di awal tahun 2019 ini semakin nikmati dengan kolaborasi unik dan ciamik antara kenangan masa kecil yang dipadukan dengan buku puisi nan melankolis dramatis serta tak lupa pula ditemani suara alam yang menenangkan.

Santai abiss!!!

Saya merasa seakan semua keletihan yang membebani kepala selama seminggu ini menjadi lepas dan menguap begitu saja.

photo by ibadahmimpi.com

photo by ibadahmimpi.com
kawan saya @ilhamdy25 lagi khusyuk membaca puisi

photo by ibadahmimpi.com

photo by ibadahmimpi.com


Selamat liburan bagi teman-teman yang berlibur dan teman-teman yang belum bisa liburan mari kita berjuang untuk liburan.

happy travel and leave no trash!


Support saya dengan share tulisan ini ke sosial media kamu ya.

Don’t forget to follow us on Twitter @ibadahmimpi & instagram @ibadahmimpi


Baca juga: Kampung Adat Ratenggaro: Pesona Magis Dari Tanah Sumba

 

I'm a Travel Blogger, Content Writer, a Man, and also the President of www.ibadahmimpi.com

6 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: